If only they could just read this…

10 Jul

“Home is the place where boys and girls first learn how to limit their wishes, abide by rules, and consider the rights and needs of others.” - Sidonie Gruenberg

“Any problem, big or small, within a family, always seems to start with bad communication. Someone isn’t listening” – Emma Thompson

“It is not a bad thing that children should occasionally, and politely, put parents in their place.” - Colette

Continue reading 

Back to December?

12 Jun

1. It was a very young relationship..and yes, I was the one who decided to let go from the sensation of first-and-thirst relationship.  We just need to see the world first, if it’s written.. we’ll meet again,for sure

2. Sahabat yang memutuskan untuk pergi daripada bermain api dengan hati. Berhenti, membalikan muka dan menukar waktu-waktu pendewasaan yang tak ternilai itu..dengan sebuah perasaan lain; di hati yang lain.

3. I don’t know whether I should call this as a mistake or else…but, I did can feel the breeze for some little. Maybe this just a breeze for me to start opening the door..stop living a rough road all by myself, learn again how to share the burdens…

4. Just a matter of finding the answer of  ”Why couldn’t I realize it like some moments earlier?”.  Then it’s gone by just a swirl of the wind; by the time I realized what I had. Well, I haven’t even said congratulation for his new tittle…just don’t know how to say; to start things all over again..

5. While some others just came and passed by…

Continue reading 

mengindahkan hati

20 Feb

 

“Jika setiap pemimpin memiliki jiwa pendidik yang jujur berbagi karena hati.. akan selalu ada harapan untuk generasi hari esok yang lebih baik”

“Because knowledge is just like energy: tidak bisa dimusnahkan. So just share your knowledge wisely, and you can be the leader for all future generations”

“Saat berbagi, jangan takut pengetahuan kita habis diserap oleh dunia.. toh, kitapun menyerap energi itu dari dunia juga. Belajarlah dengan rendah hati, dunia tahu siapa yang pantas berhasil”

“Kendalikan rasa bangga, tanpa berteriak – teriak ke seluruh indera pun.. yang berharga pasti mampu bersinar dengan sendirinya. Tundukkan euphoria, rayakan seperlunya.. pembenci seringkali muncul saat kita terlalu nyaman mencintai diri sendiri; lupa bahwa sekitar memiliki titik iri di hati”

Continue reading 

a yelling and a scar

9 Jan

Terbiasa berbicara dengan nada tinggi. Terbiasa berlari dengan adrenalin tinggi. Terbiasa menjadi sangat ekspresif. Terbiasa berteriak.

Itu kemarin.

Kemarin, sebelum tahu bagaimana sulitnya menghadapi apa yang ada di depan mata, yang membelalakkan hidup perlahan, bahkan sejak sebelum mengerti apa itu kata kesedihan.

Waktu itu masih sangat terang. Isi kepala ini seperti padang yang tak dihalangi remang sama sekali. Berpikir dengan begitu brilian. Meraih semuanya dengan beban setipis lembaran.  Seseorang dan kejujuran semangat.  Terbahak menang; linear dengan kenyataan.

Continue reading 

The modesty within…

7 Dec
Saya sangat mengenal orang-orang hebat di sekitar saya. Banyak. Mereka punya sinarnya masing-masing.

Saya dibesarkan dengan tiga karakter budaya: Ayah saya, perantau sejati. Mendidik banyak nilai kemandirian, ketekunan, dan semangat mengejar cita-cita paling brilian yang pernah saya tau. Ibu saya, figur ibu Jawa yang menitipkan banyak nilai kesabaran, kerendahan hati, dan kesederhanaan berpresisi; sederhana namun sadar akan pentingnya memiliki nilai kebanggaan yang berdasarkan social positioning, tipikal keturunan keraton.

Sempat merasakan nilai dunia, dengan banyak pendewasaan dan pemahaman akan keberagaman yang membuat saya selalu yakin bila hidup ini adalah sebuah harmoni.

Lagi, saya mungkin diberikan sensitivitas untuk menangkap banyak impresi dan ekspresi lalu menerjemahkannya dalam barisan literasi maupun bahasa verbal sederhana yang bisa diapresiasi oleh mereka yang dekat dengan saya.

Continue reading 

Minutes to 12:00 p.m.

3 Oct

These recent days were totally exhausting for me. The points are not only around committees I’ve been taking in, The classes and subjects that have turned to be more more interesting; yet time consuming, The family with its classical problems and stories, Friendship and circles with their own patterns, or other surpises from those who happened to fill some parts of me…but also from the vivid reminiscing moments.

Actually, the other points are turning to be another memories as well. But I always find myself taking such a deepest breath while crossing this moment: reminiscing.

A friend of mine said that I regret easily; a slight regret, and I do mean it. Yes, it’s true. Though world says that regreting is somewhat indicates weakness, for me…regret is a part of an honest self-evaluation. Once u regret, u are not supposed to repeat it.

It’s a result of a learning: I fail, I do sorry for that, I’m fine, and I’ll make it up.

My world expanded day by day, minutes to minutes…

I met people with their own boldnesses. I notice they possess extremely colorful values. I saw people with arrogance, honesty, blank-direction, odd-thingies stamped on, egoism, spirits, cheapy-approachment, dominating attitude, comforts of routines, smiles, forgotten-friendship, dreams, frauds until losers…

Continue reading 

Ruhe

14 Sep

ich brauche einfach ruhe..ruhe..und ruhe.. zu viele Dinge passiert. zu wenig Leute zu sprechen. und so wie immer. Alles dass ich machen kann ist nur…weinen. :(

Barter Politik: Laboratorium Integritas dan Kepentingan

4 Sep

Critical Essay’s 3rd winner of Economic Scientific Competition 2010-Faculty of Economics University of Indonesia.

“When I do good, I feel good.  When I do bad, I feel bad.  That’s my religion”.~Abraham Lincoln

Saya selalu yakin bahwa setiap hal besar yang seseorang lakukan, baik atau buruk, adalah suatu hasil kompleksitas hal sederhana yang mendasar. Layaknya wujud lahiriah makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang seiring bertambahnya usia, karakter pun mengalami fase yang berbanding lurus dengan waktu dan segala kesempatan pebelajaran disetiap detiknya. Karakter seorang tokoh besar dunia pun pasti pernah dilewati oleh fase pemikiran naif yang tak mengenal wilayh abu-abu dari suatu kehidupan.

“Ketika saya melakukan hal yang baik, saya merasa baik. Ketika saya melakukan hal yang buruk, saya merasa buruk. Itulah keyakinan saya”. ~Abraham Lincoln

Pernyataan diatas kemungkinan besar juga bisa saya dapat dari adik saya yang masih berumur 11 tahun, yang masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar; dalam bentuk yang lebih kanak-kanak tentunya.

“Kalau Tonny ngehibur teman Tonny yang lagi sedih, Tonny pasti senang karena bisa nolong teman. Kalau Tonny lagi iseng ngejek teman Tonny sampai dia sedih, terus nangis, Tonny pasti jadi ngerasa nakal”, begitu kira – kira pernyataan yang mungkin adik saya berikan. Aku anak yang baik kalau aku berbuat baik. Aku anak yang nakal kalau aku berbuat nakal. Titik.

Terdengar naif? Memang. Karena sewaktu kecil, segala konsep kebaikan tidak ditanamkan bersamaan dengan konsep kepentingan. Faktornya bisa jadi ada dua: Daya pikir anak kecil yang belum kompleks atau inilah kaidah pendidikan; dasarilah segala sesuatu dengan yang baik. Kalaupun yang buruk kemudian muncul sebagai pilihan hidup, biarkanlah itu menguji kekuatan dari dasar yang telah tertanam.

lil' bro means Power Ranger Battle Time's partner! ;D

Semakin dewasa dan banyaknya pengalaman seseorang, pasti semakin memengaruhi karakter, idealisme, kualitas dan kuantitas pengetahuan, serta cara pandang seseorang tersebut karena itulah inti dari aspek kognitif sebagai kekuatan internal individu. Cara bicara, gaya konsolidasi dan birokrasi, bahasa tubuh, serta aspek behavioral lainnya adalah bentuk penyajian yang siap menjadi faktor atraktif dalam berinteraksi dengan pihak eksternal – atau bisa jadi, itu hanya bentuk pemikiran masa kanak-kanak yang berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Sementara tindakan di lapangan adalah faktor utama yang mengeksekusi batin; mengeksekusi integritas.

Sebagai eksekutor sosial, orang lain mungkin bisa menilai, memperdebatkan, memuji, atau bahkan menghujat integritas kita dengan cara dan perhitungannya masing-masing. Tapi, hanya kita sendiriliah yang sebenarnya paling mampu mengeksekusi integritas itu dengan tepat dan jujur.  “Apakah saya sudah melakukan hal yang saya katakan dan saya yakini? Atau saya sudah membohongi diri saya sendiri dengan berpura-pura lupa kalau saya sudah melakukan hal yang bukan ‘saya’?”

Saya yakin, setiap orang yang bertanya pada diri sendiri, pasti akan tahu jawabannya. Kalaupun ada banyak hal yang menghablurkan jawaban tadi, itu hanya ‘suara-suara mereka’ yang memberikan, mendiktekan, atau mungkin memaksakan opini mereka saja. Ketika integritas dipersoalkan, sebenarnya pikiran sederhana masa kanak-kanak kita tadilah yang dapat menjawab pertanyaan, “am I feeling good after I did this?”

“Integrity is what we do, what we say, and what we say we do”.~Don Galer

Continue reading 

The 5th PROMS “An Action for Indonesian Tourism”

20 Jul

MSS FEUI proudly presents The 5th PROMS “An Action for Indonesian Tourism”.

Challenge your social economy awareness with joining

Tourism-Development Challenge (TDC)!
Live from Perkampungan Budaya Betawi-Setu Babakan

3 persons/team

1st challenge:
Workshop & TDC Essay
Tuesday, October 28th 2010
Perkampungan Budaya Betawi-Setu Babakan
Jak-Sel

2nd challenge:
TDC Specific Case & Presentation
Monday,Oct 11th 2010
FEUI Depok

3rd challenge:
Grand Final TDC Combined Case & Live Presentation
Saturday, November 6th 2010
FX Sudirman-Jakarta

Tourism-Development Challenge:
“Deliberately and uniquely challenge YOU to be a part of our Action for Indonesian Tourism” .

Make sure you’re gonna be a part of Indonesian Tourism-Campaign.
Live from Sudirman Car Free Day Jakarta
Sunday, October 31th 2010

Indonesia Tourism Campaign:
“Lively and passionately spread all the spirits of loving Indonesian Tourism”.

Indonesia Tourism Talkshow

FX Sudirman Jakarta
Saturday, November 6th 2010
2 pm-9 pm

Indonesian Tourism Talkshow:
“Brightfuly and wisely enlighten OUR awareness of Indonesian Tourism”

The5thPROMS will delightfully challenge your ‘Action for Indonesian Tourism’.

‘feel the moves!’

Concluded

26 May

it’s time for me to say enough.
*really nice ever placing you as more than just a friend,here…inside this heart. Nevertheless, we will always be good friends..really good friends; as ever.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.